Kamis, 20 Juli 2017

Samsung S7 akan Didaur Ulang Biar Ramah Lingkungan


Laman berita teknologi GSM Arena mengabarkan, Samsung Galaxy Note 7 akan didaur ulang dengan metode yang ramah lingkungan. Pihak Samsung menyatakan, bahwa mereka akan memulihkan limbah logam sebanyak 157 ton emas, perak, kobalt, dan tembaga. 

Samsung menjadi sorotan utama setelah menarik Galaxy Note 7, yang dianggap sebagai produk gagal, tahun lalu. Banyak pihak mempertanyakan soal limbah dari ponsel pintar tersebut.

Selain itu, Samsung Galaxy Note 7 juga dilahirkan kembali (refurbhised) dan dibekali dengan baterai berkapasitas lebih kecil, yakni 3.200 mAh. Namanya pun diubah menjadi Samsung Galaxy Note FE. Ponsel ini sudah dijual di Korea Selatan. 

Sedangkan proses daur ulang bahan baku akan dimulai sebelum akhir bulan. Samsung akan memisahkan dan menggunakan kembali komponen utama, seperti layar AMOLED, semikonduktur memori, dan modul kamera. Bahan-bahan tersebut akan menjadi bahan baku servis untuk Galaxy Note FE. 

Samsung menggandeng perusahaan domestik dan asing untuk mendaur ulang komponen elektronik. Dalam pernyataan resmi, hal ini dilakukan agar Samsung bisa memimpin industri elektronik berbasis ramah lingkungan.

Share:

Konsumsi Vitamin C dengan Dosis yang Tepat


Perubahan cuaca membuat orang mudah terserang penyakit. Itu sebabnya, para dokter sangat menganjurkan, anak-anak maupun orang dewasa untuk mengonsumsi lebih banyak vitamin C. Cuaca yang lembap menyebabkan beberapa jenis jamur mudah menginfeksi kulit, kaki dan kuku. 

Studi yang baru-baru ini dilakukan oleh Bengaluru Indian Institute of Science menunjukkan bahwa salah satu cara terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi vitamin C.

Di samping itu, para peneliti dari Bengaluru Indian Institute of Science juga menemukan bahwa Vitamin C mampu menghambat bahkan membunuh bakteri non-patogenik, Mycobacterium smegmatis.


“Sangat disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 500 miligram vitamin C per hari untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh, mengurangi durasi dan tingkat keparahan flu, demam, dan infeksi. Namun yang perlu diingat adalah tidak mengonsumsi lebih dari 1.000 miligram per hari,” jelas S.K. Mundhra, kepala bagian penyakit dalam di Saroj Super Speciality Hospital, Delhi, India.

Reema Khanna, dokter senior di Safdarjung Hospital, New Delhi, India, menjelaskan, meski jarang, brucellosis infeksi lain yang menyerang hewan juga dapat menyerang manusia. Biasanya, manusia yang terinfeksi merupakan mereka yang mengonsumsi susu sapi tanpa melewati proses pasteurisasi pada saat musim hujan. "Kotoran hewan akan bercampur dengan air hujan dan terhirup manusia sehingga menyebabkan infeksi,” ujar Reema Khanna. Dengan vitamin C, infeksi ini bisa dicegah.

Khanna menjelaskan, tubuh manusia tidak dapat mensintesis vitamin C. Oleh karena itu sumbernya hanya dapat diperoleh dari luar. "Disarankan untuk mengonsumsi vitamin C yang mudah larut dalam air karena diperlukan untuk melindungi tubuh dari infeksi," katanya.
Share: